Wakil Ketua DPRD Kabupate Bekasi Soroti Kerusakan SMPN 3 Cibitung

STARASPIRASI.COM, BEKASI – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustafa, menyoroti kondisi bangunan SMP Negeri 3 Cibitung yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serius.

Hal tersebut diketahui setelah Budi melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut untuk melihat kondisi sejumlah ruang kelas. Dalam peninjauan itu, ia menemukan tiga ruang kelas mengalami kerusakan pada bagian atap sehingga membutuhkan perbaikan menyeluruh.

“Menurut saya, satu titik dulu yang dibangun. Terlihat gedung sekolah terdapat tiga ruang kelas yang atapnya sudah rusak,” ujar Budi Muhammad Mustafa.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan, proposal pengajuan pembangunan SMPN 3 Cibitung telah disampaikan kepada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi. Pembangunan dan rehabilitasi total sekolah tersebut rencananya akan didorong untuk direalisasikan pada tahun mendatang.

“Jadi informasi dari Dinas Pendidikan sudah masuk proposal pembangunan melalui Dinas Cipta Karya. Tahun depan akan didorong, kemudian direhabilitasi total,” ungkapnya.

Menurut Budi, kondisi fasilitas pendidikan tersebut tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah perlu bergerak cepat agar para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Ia juga menegaskan DPRD Kabupaten Bekasi akan mendorong pembangunan gedung baru di SMPN 3 Cibitung. Mengingat usia bangunan yang sudah cukup lama, rehabilitasi secara menyeluruh dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“Kita juga mendorong agar segera dibangun gedung baru di SMPN 3 Cibitung. Jika dilihat dari bangunan sekolah saat ini, bangunannya sudah lama dan perlu direhabilitasi total agar para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Cibitung, Nisin, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan dan rehabilitasi kepada pemerintah daerah melalui Dinas Cipta Karya.

Bahkan, petugas terkait disebut sudah beberapa kali melakukan pengukuran terhadap bangunan sekolah. Namun, hingga kini, pembangunan yang diharapkan belum juga terealisasi.

“Setiap tahun sudah kami ajukan permohonan ke Dinas Cipta Karya, tetapi belum juga dibangun. Padahal sudah sering dilakukan pengukuran, namun sampai sekarang belum ada juga pembangunan,” imbuh Nisin.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait rencana perbaikan bangunan sekolah tersebut. Terlebih, kebutuhan rehabilitasi total telah disampaikan melalui pengajuan yang dilakukan berulang kali.

“Saya berharap tahun ini segera dibangun. Eh, ternyata tidak dapat. Kalau permohonan rehabilitasi total, sudah beberapa kali kami ajukan,” tutupnya. (adv)

Post Comment